MTani Group

Menghadapi El Nino: Strategi Petani di Tengah Ancaman Kemarau

El Nino merupakan fenomena iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada perubahan pola cuaca global, termasuk di Indonesia. Kondisi ini umumnya menyebabkan penurunan curah hujan, musim kemarau yang lebih panjang, serta meningkatnya risiko kekeringan di berbagai wilayah. Dampak tersebut secara langsung memengaruhi sektor pertanian, terutama pada budidaya padi, karena ketersediaan air menjadi terbatas sehingga mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Akibatnya, produktivitas padi berpotensi menurun apabila tidak diantisipasi dengan strategi pengelolaan yang tepat.

Petani dihadapkan pada berbagai tantangan di musim kemarau sebagai dampak El Nino. Dampak El Nino terhadap pertanian padi di Indonesia cukup besar karena menyebabkan kekeringan pada irigasi dan lahan sawah, sehingga menurunkan kualitas dan hasil panen serta berpotensi mengganggu ketersediaan pangan nasional, sebagaimana dilaporkan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Sumantri dkk, 2024). Kondisi tersebut membuat penyerapan nutrisi oleh tanaman terganggu sehingga pertumbuhan tidak optimal. Oleh karena itu, tantangan di musim kemarau sebenarnya bersifat berantai, dari keterbatasan air hingga meningkatnya risiko kerusakan tanaman.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan strategi pengelolaan air yang efisien. Pengaturan irigasi secara tepat, penerapan sistem pengairan bergilir, serta penggunaan pompa air dapat membantu menjaga ketersediaan air di lahan. Selain itu, pengairan berselang dapat diterapkan agar air tidak digunakan secara berlebihan namun tetap mendukung pertumbuhan tanaman. Dengan demikian, efisiensi penggunaan air menjadi kunci dalam menjaga produktivitas padi di musim kemarau. Tidak hanya melalui pengelolaan air, strategi preventif seperti penyesuaian pola tanam dan pemilihan varietas yang tepat juga berperan penting dalam menghadapi musim kemarau.

Salah satu strategi preventif yang dapat diterapkan adalah pemilihan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kering agar tanaman tetap mampu tumbuh dengan baik meskipun ketersediaan air terbatas. Selain itu, waktu tanam perlu disesuaikan dengan kondisi musim agar fase pertumbuhan tanaman tidak bertepatan dengan puncak kemarau. Dengan menghindari fase kritis tanaman pada periode kekeringan, risiko penurunan hasil dapat diminimalkan. Oleh karena itu, strategi ini sering menjadi penentu keberhasilan dalam menjaga produktivitas padi di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.

El Nino memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian padi di Indonesia melalui penurunan curah hujan yang berujung pada keterbatasan ketersediaan air dan menurunnya produktivitas. Kondisi ini memunculkan berbagai tantangan yang saling berkaitan, mulai dari terganggunya sistem irigasi hingga penyerapan nutrisi tanaman yang tidak optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptif yang tepat, baik melalui pengelolaan air yang efisien maupun penerapan langkah preventif seperti penyesuaian pola tanam dan pemilihan varietas tahan kering. Dengan penerapan strategi tersebut secara tepat, risiko penurunan hasil dapat diminimalkan sehingga produktivitas padi tetap terjaga meskipun di tengah kondisi iklim yang tidak menentu.

Sumantri, K., Marina, I., Mushtaq, Z., & Umyati, S. (2024). Implementasi Strategi Mitigasi Dampak El Nino pada Pertanian Padi. Agroscience, 14(1), 84–90. 

Penulis: Rizka Alvina Rachmawati

Editor: MTani Editor (Nur Syifaa Ramdani)

Share the Post: