MTani Group

Kesalahan Penyimpanan Gabah yang Sering Terjadi

Penyimpanan gabah merupakan tahapan pascapanen yang berperan penting dalam menjaga kualitas hasil panen. Penanganan yang tepat dapat membantu mempertahankan mutu gabah sehingga nilai jual tetap optimal. Sebaliknya, penyimpanan yang kurang tepat berisiko menyebabkan kerusakan akibat kelembapan, hama, maupun jamur yang dapat menurunkan kualitas dan harga jual gabah.

Salah satu penyebab menurunnya mutu gabah selama penyimpanan adalah kesalahan penanganan yang masih sering terjadi di lapangan. Beberapa di antaranya adalah menyimpan gabah saat kadar air masih tinggi, meletakkan karung langsung di lantai, menggunakan gudang yang terlalu lembap dan minim ventilasi, menumpuk gabah terlalu rapat tanpa sirkulasi udara yang memadai, serta tidak melakukan pengecekan rutin terhadap hama dan jamur. Selain itu, kondisi lingkungan penyimpanan juga perlu diperhatikan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung, hujan, dan kelembapan berlebih serta menjaga suhu tetap stabil. Kondisi yang tidak terkontrol dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme dan menurunkan kualitas gabah selama penyimpanan (Umar & Alihamsyah, 2014).

Apabila kondisi penyimpanan tidak diperhatikan dengan baik, berbagai dampak negatif dapat muncul selama masa penyimpanan. Gabah menjadi lebih rentan berjamur, berbau, mengalami penurunan kualitas, hingga terserang kutu gudang yang dapat merusak hasil panen. Selain itu, susut bobot dan penurunan nilai jual dapat terjadi, terutama jika gabah disimpan dalam jangka waktu lama tanpa penanganan tepat.

Untuk meminimalkan berbagai risiko tersebut, penerapan praktik penyimpanan yang tepat perlu dilakukan sejak awal. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk membantu menjaga kualitas gabah selama masa penyimpanan:

  • Pastikan kadar air gabah telah sesuai sebelum disimpan

Kadar air yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur dan mempercepat penurunan mutu gabah

  • Gunakan alas atau pallet agar karung tidak bersentuhan langsung dengan lantai

Penggunaan alas membantu mencegah kontak langsung dengan lantai yang dapat memicu kelembapan dan kerusakan gabah.

  • Jaga ventilasi dan kebersihan gudang penyimpanan

Sirkulasi udara yang baik serta kondisi gudang yang bersih dapat membantu menjaga kualitas gabah selama masa simpan.

  • Pisahkan gabah berdasarkan kondisi dan kadar airnya

Pemisahan ini memudahkan pengelolaan penyimpanan sekaligus mengurangi risiko penurunan kualitas pada seluruh stok gabah.

  • Lakukan pengecekan secara rutin untuk mendeteksi hama, jamur, atau perubahan kondisi gabah

Pemeriksaan berkala penting untuk mendeteksi lebih awal adanya hama, jamur, atau perubahan kondisi gabah sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Penyimpanan gabah yang baik berperan penting dalam menjaga mutu dan nilai jual hasil panen. Dengan menerapkan praktik penyimpanan yang tepat sejak awal, risiko kerusakan akibat kelembapan, hama, maupun jamur dapat diminimalkan sehingga kualitas gabah tetap terjaga hingga siap dipasarkan.

Umar, S., & Alihamsyah, T. (2014) Mekanisasi pertanian untuk produksi padi di lahan rawa pasang surut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Penulis: Rizka Alvina Rachmawati

Editor: Mtani Editor (Nur Syifaa Ramdani)

Share the Post: