MTani Group

Transformasi Percepatan Swasembada Nasional

Pemerintah melakukan penetapan prioritas terkait pencapaian tujuan swasembada pangan. Upaya tersebut dilakukan melalui program strategis yang berdampak luas dan berkelanjutan. Program swasembada pangan yang dirancang bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan serta mendukung ketahanan pangan nasional. Terobosan yang dijalankan Kementerian Pertanian merupakan upaya percepatan transformatif yang dijalankan oleh organisasi utama pembangunan pertanian, bersama dengan organisasi yang berkolaborasi dengan kementerian serta lembaga-lembaga terkait lainnya. Transformasi di sektor pertanian perlu dilaksanakan secara komprehensif, mencakup aspek kebijakan hingga pola pikir masyarakat.
Kementerian Pertanian terus melakukan perbaikan internal melalui transformasi organisasi untuk mempercepat pencapaian target swasembada pangan. Transformasi yang dilakukan meliputi: Reframing, Restructuring, Revitalizing, dan Renewing.

REFRAMING

Upaya yang dilakukan untuk mengubah perspektif Kementerian Pertanian terkait dengan tujuan yang ingin dicapai serta strategi yang dilakukan. Aspek reframing terdiri atas: (1) mencapai mobilisasi (achieve mobilization), (2) menciptakan visi (create vision) dan (3) membangun sistem pengukuran (build a measurement system). Reframing mendorong organisasi untuk membangun pola berpikir yang baru untuk mencapai tujuan.

Hal-hal yang dilakukan:

  • Menggeser fokus ketergantungan pada impor menuju kemandirian produksi
  • Mengangkat petani sebagai aktor strategis pembangunan, bukan sekedar pelaku ekonomi
  • Menanamkan kesadaran publik bahwa pangan = pertahanan nasional
  • Mendorong konsumsi pangan lokal sebagai gaya hidup, bukan alternatif

RESTRUCTURING

Upaya untuk menata ulang Kementerian Pertanian menjadi organisasi yang lebih proaktif dan antisipatif terhadap berbagai transformasi yang ada, sehingga diperlukan pengorganisasian pelaksanaan Upaya Khusus yang dilakukan secara lebih sistematis. Pencapaian target dilakukan untuk mewujudkan program dengan penyediaan dana, pengerahan tenaga, perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, ketersediaan benih unggul yang tepat (jenis/varietas, jumlah, tempat, waktu, mutu, harga), bantuan traktor, dan alsintan lain yang digunakan untuk mendukung kegiatan pra panen hingga pasca panen termasuk kegiatan pemasaran.

Hal-hal yang dilakukan:

  • Reformasi distribusi benih, pupuk, dan alat pertanian agar tepat sasaran
  • Integrasi data pangan nasional: produksi, konsumsi, dan stok
  • Penguatan tata niaga: memperpendek rantai pasok agar petani untung & harga stabil
  • Optimalisasi food estate & lahan produktif berbasis ekosistem

REVITALIZING

Langkah strategis Kementerian Pertanian dalam mempercepat pencapaian tujuan dilakukan dengan menyelaraskan peran lembaga terhadap arah pembangunan nasional serta dinamika lingkungan yang terus berkembang. Terdapat kendala dalam menentukan sumber pertumbuhan yang seringkali menjadi faktor penghambat mewujudkan pencapaian tujuan, sehingga dibutuhkan pelibatan pelaku secara langsung melalui program Upaya Khusus. Strategi dan upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas di daerah-daerah sentra produksi pangan. 

Hal-hal yang dilakukan:

  • Reformasi distribusi benih
  • Integrasi data pangan nasional
  • Penguatan tata niaga
  • Optimalisasi food estate

RENEWING

Langkah strategis Kementerian Pertanian dalam mempercepat pencapaian tujuan dilakukan dengan menyelaraskan peran kementerian terhadap arah pembangunan nasional serta dinamika lingkungan yang terus berkembang. Terdapat 3 unsur di dalamnya, yaitu: (1) menciptakan struktur reward (create a reward structure), (2) membangun individu belajar (build individual learning), dan (3) pengembangan organisasi (develop the organization). Langkah ini akan membangun penyebaran pengetahuan atas kebijakan dan strategi baru untuk menciptakan kemampuan adaptasi yang cepat.

Hal-hal yang dilakukan:

  • Modernisasi pertanian dengan mekanisasi, digitalisasi dan Internet of Things (IoT)
  • Pembangunan regulasi yang ramah petani dan lingkungan
  • Peningkatan kapasitas SDM pertanian: petani, penyuluh, manajemen
  • Inovasi riset varietas unggul, pupuk hayati, dan teknologi adaptif iklim

Percepatan swasembada pangan nasional tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi, tetapi harus dibarengi dengan transformasi strategis yang menyeluruh. Transformasi tersebut mencakup investasi jangka panjang dalam penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian agar mampu menjawab tantangan zaman dan mendukung pelaksanaan berbagai inovasi. Dengan pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan, swasembada pangan tidak hanya menjadi target tetapi landasan nyata menuju kemandirian bangsa dalam sektor pangan.

Daftar Pustaka : Sulaiman, A, A. (2017). Kebijakan Penyelamat Swasembada Pangan. Jakarta: IAARD Press.

Penulis: Rizka Alvina Rachmawati

Editor: Mtani Editor (Nur Syifaa Ramdani)

Share the Post: