Pemenuhan kebutuhan benih dan pupuk merupakan komponen dasar dalam sistem budidaya padi. Benih berfungsi sebagai sumber potensi genetik tanaman, sementara pupuk berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman sejak fase awal hingga pembentukan hasil. Pengelolaan keduanya secara tepat berpengaruh pada keseragaman pertumbuhan tanaman dan efisiensi penggunaan input pertanian. Upaya peningkatan produksi padi salah satunya melalui pengaturan sistem tanam dan penggunaan pupuk yang tepat (Renikasari dkk, 2022).
Oleh karena itu, pemahaman terhadap kebutuhan benih dan pupuk secara umum menjadi dasar penting sebelum menyusun rekomendasi teknis pada varietas tertentu, mengingat setiap varietas padi memiliki karakteristik dan respons yang berbeda terhadap input budidaya termasuk varietas padi M70D. Dalam praktik budidaya padi, kebutuhan benih ditetapkan berdasarkan standar BPSP yang berkisar 25-30 kg/ha guna memastikan pertumbuhan tanaman yang merata serta mendukung pencapaian potensi hasil yang optimal.
Varietas padi M70D dikenal memiliki umur tanam relatif genjah dengan potensi hasil yang stabil apabila dikelola secara tepat, sehingga sesuai bagi petani yang mengejar efisiensi musim tanam tanpa mengorbankan produktivitas. Varietas ini menunjukkan respon yang baik terhadap pemupukan berimbang,khususnya pada fase vegetatif awal yang berpengaruh penting terhadap pembentukan anakan dan penguatan batang. Dari sisi adaptasi, M70D mampu tumbuh optimal pada berbagai kondisi lahan sawah, baik irigasi maupun tadah hujan, serta cukup adaptif terhadap dinamika musim dengan pengelolaan air dan nutrisi dilakukan sesuai fase pertumbuhan tanaman.
Berikut disajikan tabel kebutuhan benih dan pemupukan padi dengan standar kebutuhan benih 25-30kg/ha, yang diaplikasikan sesuai umur tanam (HSPT).
Jenis Pupuk (kg/ha) | Kebutuhan Benih 25-30kg/Ha | ||
| 7-10 HSPT | 23-25 HSPT | 45-50 HSPT | |
| Phonska | 100kg | 150kg | – |
| Urea | 100kg | 100kg | – |
| KCL | – | 50kg | – |
| MKP | – | – | 2kg |
| Total | 200kg | 300kg | 2kg |
Sumber: Data primer diolah
Dalam budidaya padi varietas M70D terdapat beberapa jenis pupuk yang digunakan untuk kebutuhan benih 25-30 kg/ha, seperti Pupuk Phonska, Urea, KCL, dan MKP yang memiliki peran saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan hara tanaman. Phonska sebagai pupuk majemuk menyediakan unsur N, P, dan K secara seimbang untuk mendukung pertumbuhan awal, perkembangan perakaran, serta ketahanan tanaman. Sedangkan pupuk urea berfungsi sebagai sumber nitrogen yang mendorong pertumbuhan vegetatif, terutama pembentukan daun dan anakan padi. Pupuk KCL sebagai sumber kalium yang penting dalam penguatan batang, pengisian bulir, dan peningkatan ketahanan padi terhadap rebah serta cekaman lingkungan. MKP (Mono Kalium Fosfat) menyediakan fosfor dan kalium yang mudah diserap tanaman, berperan penting pada fase pembungaan hingga pengisian gabah, sehingga membantu meningkatkan kualitas dan bobot hasil panen padi.
Renikasa, S., Maryani, Y., & Pamungkas, D. H. (2022). Pengaruh Lama Penyimpanan Benih Padi Merah (Oryza nivara L.) Varietas Pamelen Dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil. Jurnal Ilmiah Agroust, 6(1), 21-32.
Penulis: Rizka Alvina Rachmawati
Editor: MTani Editor (Nur Syifaa Ramdani)


